Dorong Kewirausahaan Muda, UNAIR Gelar Business Assessment AYE 2026 untuk Uji Kelayakan Bisnis Mahasiswa

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausahawan muda yang tangguh dan inovatif. Melalui Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA), UNAIR menyelenggarakan Business Assessment Airlangga Young Entrepreneur (AYE) 2026. Acara yang berlangsung di Gedung ASEEC Tower Kampus B ini menjadi ajang krusial bagi mahasiswa untuk menguji kelayakan bisnis mereka di hadapan para pakar dan praktisi.

Program AYE 2026 merupakan inkubator internal UNAIR yang dirancang untuk menjaring ide-ide kreatif mahasiswa dari berbagai fakultas dan mengubahnya menjadi unit bisnis yang berkelanjutan serta memiliki nilai jual di pasar nasional maupun internasional.

Menguji Validasi dan Skalabilitas Bisnis

Business Assessment tahun ini diikuti oleh puluhan tim mahasiswa yang telah melewati tahap seleksi administrasi dan pelatihan intensif. Fokus utama dari asesmen ini adalah mengukur sejauh mana kesiapan operasional, strategi pemasaran, hingga proyeksi finansial dari usaha yang dijalankan.

“Kami tidak hanya mencari ide yang unik, tetapi bisnis yang memiliki pondasi kuat dan siap untuk diskalakan. Melalui Business Assessment ini, mahasiswa mendapatkan kritik membangun langsung dari sudut pandang investor dan pelaku industri,” ujar Direktur DPKKA UNAIR dalam sambutannya.

Libatkan Praktisi dan Investor sebagai Mentor

Yang membedakan AYE 2026 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran panelis yang terdiri dari kombinasi akademisi, pengusaha sukses alumni UNAIR, serta perwakilan dari modal ventura (venture capital). Hal ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan wawasan riil mengenai tren pasar tahun 2026 yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

Beberapa sektor bisnis yang mendominasi panggung AYE 2026 antara lain:

  • Creative Industry: Produk fesyen berkelanjutan dan kriya modern.

  • Health & Biotech: Inovasi alat kesehatan dan suplemen herbal hasil riset laboratorium.

  • Digital Startups: Aplikasi solusi harian berbasis AI yang mempermudah kehidupan masyarakat perkotaan.

  • Food & Beverage: Produk kuliner dengan konsep healthy food dan zero waste.

Langkah Menuju Pendanaan dan Inkubasi

Tim yang berhasil lolos dalam tahap Business Assessment ini nantinya akan mendapatkan skema bantuan modal usaha (hibah internal) dan masuk ke dalam program inkubasi eksklusif selama satu tahun. Di tahap inkubasi, mereka akan diberikan akses ke laboratorium bisnis, pendampingan legalitas (HAKI), hingga kesempatan networking dengan mitra industri strategis UNAIR.

“Program AYE ini sangat membantu kami. Dari yang awalnya hanya berani jualan di lingkungan kampus, sekarang kami diajarkan cara membuat laporan keuangan yang benar dan cara presentasi di depan investor,” ungkap salah satu mahasiswa peserta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Harapan bagi Masa Depan

Melalui gelaran AYE 2026, Universitas Airlangga berharap dapat terus berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran terdidik dan menciptakan lapangan kerja baru melalui sektor UMKM dan Startup Mahasiswa. Harapannya, para lulusan UNAIR tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu bertransformasi menjadi penyedia lapangan kerja (job creator) yang berdampak bagi ekonomi nasional.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi sharing session bersama alumni pengusaha yang telah sukses mengekspor produknya ke mancanegara, memberikan motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus konsisten mengembangkan bisnis mereka.


Tentang Airlangga Young Entrepreneur (AYE):
AYE adalah program unggulan tahunan UNAIR untuk mendukung ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa, memberikan bimbingan dari tahap ide hingga komersialisasi produk.