Viral Video Oknum Satpol PP Aceh Utara Kantongi Rokok Saat Razia, Kini Berujung Pemeriksaan Internal

ACEH UTARA – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji dari dua oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Utara. Dalam video yang beredar luas tersebut, kedua oknum itu tertangkap kamera diduga sedang mengantongi bungkusan rokok milik pedagang saat tengah melakukan razia.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari netizen yang menyayangkan perilaku aparat penegak perda tersebut. Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak Satpol PP Aceh Utara bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum yang bersangkutan.

Kronologi Kejadian dalam Video

Berdasarkan rekaman video yang viral, peristiwa itu terjadi di sebuah kios milik warga. Dalam durasi singkat tersebut, terlihat petugas Satpol PP sedang melakukan pemeriksaan di sebuah gerai rokok. Namun, alih-alih melakukan penyitaan secara formal sebagai barang bukti, kedua oknum tersebut tampak memasukkan beberapa bungkus rokok ke dalam saku celana dan seragam mereka secara diam-diam.

Tindakan ini diduga terjadi saat petugas sedang gencar melakukan razia terhadap rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai di wilayah Lhoksukon dan sekitarnya.

Tanggapan Kasatpol PP Aceh Utara

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Utara, Adhiya, membenarkan bahwa kedua orang dalam video tersebut adalah anggotanya. Ia menyatakan bahwa pihak instansi sangat menyesalkan kejadian tersebut karena telah mencederai nama baik institusi.

“Kami sudah memanggil kedua oknum tersebut untuk dimintai keterangan. Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan oleh tim internal (Provost Satpol PP),” ujar Adhiya kepada media.

Adhiya menegaskan bahwa setiap tindakan anggota di lapangan seharusnya berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Penyitaan barang bukti harus didata secara transparan dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Sanksi Menanti

Pihak Satpol PP Aceh Utara memastikan tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran etik ini. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran berat dan penyalahgunaan wewenang, kedua oknum tersebut terancam dijatuhi sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi tenaga kontrak maupun aparatur sipil negara.

“Kami tidak akan menoleransi perilaku yang merugikan masyarakat. Sanksi akan diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan, mulai dari teguran hingga sanksi yang lebih berat,” tambahnya.

Reaksi Masyarakat

Netizen di berbagai platform seperti Instagram dan TikTok memberikan komentar beragam. Banyak yang meminta agar pengawasan terhadap petugas di lapangan diperketat agar aksi serupa tidak terulang kembali. Masyarakat berharap Satpol PP tetap menjadi pengayom yang memberikan contoh baik dalam penegakan hukum, bukan justru memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas bagi aparat dalam menjalankan tugas, terutama saat berhadapan langsung dengan pedagang kecil dan masyarakat luas.